Karenasujud sahwi hanya dianjurkan ketika lupa mengerjakan sunnah ab'ad shalat. Misalnya, membaca doa qunut, lupa tasyahud awal, atau berada dalam kondisi ragu. Dengan demikian, orang yang tidak membaca surat pendek setelah al-Fatihah, shalat yang dilakukannya tetap sah dan tidak disunnahkan untuk mengerjakan sujud sahwi. Hengki Ferdiansyah, Lc. ๏ปฟAdapunmembaca surat Al-Fatihah maka saya tidak mengetahui dalil yang menunjukkan disyari'atkan perkara tersebut setelah shalat". (Al-Muntaqa min Fatawa Al-Fauzan no.133) 19 komentar untuk "Hukum Membaca Al-Fatihah Setelah Shalat Fardhu" Wkwkwkwk rujukannya ulama wahabi semua.. baca ayat alquran kok harus ada dali ๐Ÿ˜‚ Sulit amat ya Diantara tradisi umat Islam adalah membaca surat al-Fatihah dan menghadiahkan pahalanya untuk Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. Para ulama mengatakan bahwa hukum perbuatan ini adalah boleh. Ibnu 'Aqil, salah seorang tokoh besar madzhab Hanbali mengatakan, "Disunnahkan menghadiahkan bacaan Al-Qur'an kepada Nabi saw. " HukumMembaca Surat al-Fatihah Dalam Shalat Dan ia panjangkan rak'at yang pertama, dan di dua rak'at yang terakhir iaa baca al-Fatihah (saja). [1] Muhammad Nasib ae-Rifal, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1, Insani Pres, Jakarta, 1999. Hlm. 52. Diposting oleh Unknown di 22.03. Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! 4 Al-Fatihah, adalah surat dalam Alquran yang paling familiar di telinga umat Islam. Dikarenakan surat al-Fatihah ini dibaca sekurang-kurangnya 17 kali dalam 17 rakaat salat wajib. Namun, faktanya masih banyak di antara umat Islam yang membaca surat al-Fatihah ini hanya dengan sekadar membaca. Lalu bagaimana sebenarnya tata cara membaca surat Mk3MhT. Di antara masalah hukum yang sering menjadi polemik di masyarakat adalah hukum membaca Surat al-Fatihah dalam shalat. Ada dua pertanyaan yang sering muncul terkait hal itu pertama, bagaimanakah hukum membaca Surat al-Fatihah dalam shalat? Dan kedua, apakah makmum wajib membaca Surat al-Fatihah ataukah tidak wajib, karena bacaan makmum ditanggung oleh imamnya? Terkait pertanyaan pertama, yakni hukum membaca Surat al-Fatihah dalam shalat, para ulama berbeda pendapat. Mayoritas ulama, meliputi Imam Syafiโ€™i, Malik, dan Ahmad ibn Hanbal berpendapat bahwa membaca al-Fatihah merupakan syarat sah shalat. Jika seseorang meninggalkannya, padahal ia mampu membacanya, shalatnya tidak sah. Mereka berpegangan pada hadits riwayat Ubadah bin Shamit bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda ู„ูŽุง ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู โ€œTidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Surat al-Fatihah.โ€Shahih Bukhari, Hadits Nomor 714. Dan hadits riwayat Abu Hurairah bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda ู…ูŽู†ู’ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุตูŽู„ูŽุงุฉู‹ุŒ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ูููŠู‡ูŽุง ุจูุฃูู…ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูุŒ ููŽู‡ููŠูŽ ุฎูุฏูŽุงุฌูŒโ€“ ุซูŽู„ุงูŽุซู‹ุง โ€“ ุบูŽูŠู’ุฑู ุชูŽู…ูŽุงู…ู. โ€œBarangsiapa yang shalat lalu tidak membaca Ummul Qurโ€™an, maka shalatnya kurangโ€”beliau mengulanginya tiga kaliโ€”tidak sempurna.โ€ Shahih Muslim, Hadits Nomor 598. Kedua hadits di atas menunjukkan kewajiban membaca surat al-Fatihah dalam shalat, sebab kata โ€œlรข shalรขtaโ€ dalam hadits pertama menunjukkan arti tidak sah nafyus sihhah, sementara kata โ€œkhidรขjโ€ dalam hadits kedua menunjukkan arti kurang dan rusak an-naqshu wal fasรขd, sehingga dapat dipahami bahwa membaca al-Fatihah merupakan syarat sah shalat. Sedangkan Imam Tsauri dan Abu Hanifah menyatakan keabsahan shalat tanpa bacaan al-Fatihah, tetapi kurang afdhal. Sebab menurut mereka, kewajibannya adalah membaca surat atau ayat Al-Qurโ€™an; minimal tiga ayat pendek atau satu ayat panjang. Mereka berpedoman pada ayat Al-Qurโ€™an dan hadits Nabi. Ayat Al-Qurโ€™an tersebut adalah firman Allah subhanahu wataโ€™ala dalam Surat al-Muzammil ayat 20 ููŽุงู‚ู’ุฑูŽุกููˆุง ู…ูŽุง ุชูŽูŠูŽุณู‘ูŽุฑูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู โ€œMaka bacalah apa yang mudah dari ayat-ayat Al-Qurโ€™an.โ€ Ayat ini menunjukkan bahwa yang diwajibkan adalah membaca apa yang mudah dari ayat-ayat Al-Qurโ€™an, tanpa menyebutkan ayat atau surat tertentu. Sedangkan hadits dimaksud adalah sabda Rasul shalallahu alaihi wasallam ุฅูุฐูŽุงู‚ูู…ู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ุงูŽุฉู ููŽูƒูŽุจูู‘ุฑู’ุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ู…ูŽุง ุชูŽูŠูŽุณูŽู‘ุฑูŽ ู…ูŽุนูŽูƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู โ€œJika engkau hendak shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah apa yang mudah bagimu dari ayat-ayat Al-Qurโ€™an.โ€Sahih Bukhari, hadits nomor 793 dan Sahih Muslim, hadits nomor 397. Dari kedua pendapat tersebut, penulis menilai pendapat mayoritas ulama yang menegaskan kewajiban membaca Surat al-Fatihah dalam shalat merupakan pendapat yang sangat kuat. Sebab, komitmen Rasul shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya untuk senantiasa membaca al-Fatihah, baik dalam shalat wajib atau shalat sunnah, merupakan dalil bahwa shalat tidak sah tanpa bacaan al-Fatihah. Disebutkan dalam kitab Bulรปghul Marรขm karya Ibnu Hajar al-Asqalani, hadits nomor 307 ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูุตูŽู„ู‘ููŠ ุจูู†ูŽุง ููŽูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ูููŠ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽุตู’ุฑู - ูููŠ ุงู„ุฑู‘ูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุงู„ุฃููˆู„ูŽูŠูŽูŠู’ู†ู - ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงูŽู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู ูˆูŽุณููˆุฑูŽุชูŽูŠู’ู†ู ูˆูŽูŠูุณู’ู…ูุนูู†ูŽุง ุงู„ุขูŠูŽุฉูŽ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽูŠูุทูŽูˆู‘ูู„ู ุงู„ุฑู‘ูŽูƒู’ุนูŽุฉูŽ ุงู„ุฃููˆู„ูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู ูููŠ ุงู„ุฃูุฎู’ุฑูŽูŠูŽูŠู’ู†ู ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงูŽู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู. โ€œDari Abi Qatadah radhiyallaahu 'anhu berkata Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam selalu shalat bersama kami, pada dua rakaat pertama dalam shalat Dhuhur dan Ashar beliau membaca al-Fatihah dan dua surat, dan kadangkala memperdengarkan kepada kami bacaan memperpanjang rakaat pertama dan hanya membaca al-fatihah dalam dua rakaat terakhir.โ€ Makmum Wajib Baca al-Fatihah? Sedangkan mengenai pertanyaan kedua, yaitu Apakah makmum wajib membaca surat al-Fatihah atautidak wajib, bisa dijawab dengan dua hal pertama, ulama sepakat bahwa jika makmum mendapati imamnya dalam keadaan rukuโ€™ maka bacaan al-Fatihahnya ditanggung oleh imamnya. Artinya, makmum tidak berkewajiban membaca al-Fatihah. Kedua, ulama berbeda pendapat jika makmum mendapati imam dalam keadaan berdiri. Imam Syafiโ€™i dan Ahmad menyatakan kewajiban membaca al-Fatihah bagi makmum, baik dalam shalat sirriyyah shalat yang bacaannya dilirihkan, atau dalam shalat jahriyyah shalat yang bacaannya dikeraskan. Mereka berpegangan pada hadits ู„ูŽุง ุตูŽู„ูŽุงุฉูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ู’ุฑูŽุฃู’ ุจูููŽุงุชูุญูŽุฉู ุงู„ู’ูƒูุชูŽุงุจู โ€œTidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Surat al-Fatihah.โ€ Redaksi hadits di atas bersifat umum, sehingga mencakup imam dan makmum, serta shalat sirriyyah dan jahriyyah. Barangsiapa tidak membaca al-Fatihah, shalatnya tidak sah. Sementara menurut Imam Malik, makmum wajib membaca al-Fatihah pada shalat sirriyyah, bukan jahriyyah. Terkait kewajiban membaca al-Fatihah pada shalat sirriyyah, beliau berpedoman pada hadits di atas. Sedangkan terkait larangan membacanya pada shalat jahriyyah, beliau berpegangan pada firman Allah Surat al-Aโ€™raf ayat 204 ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูุฑูุฆูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ููŽุงุณู’ุชูŽู…ูุนููˆุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุตูุชููˆุง ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูุฑู’ุญูŽู…ููˆู†ูŽ โ€œDan apabila dibacakan Al-Qurโ€™an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.โ€ Ayat ini memerintahkan kita untuk mendengarkan bacaan Al-Qurโ€™an. Artinya, makmum juga diperintahkan untuk mendengarkan bacaan imam dalam shalat jahriyyah. Sedangkan menurut Abu Hanifah, makmum tidak perlu membaca al-Fatihah, baik dalam shalat jahriyyah maupun shalat sirriyyah. Beliau berpedoman pada firman Allah dalam surat al-Aโ€™raf ayat 204 di atas, di mana ayat tersebut memerintahkan kita untuk mendengarkan bacaan Al-Qurโ€™an. Beliau juga berpedoman pada hadits riwayat Abu Hurairah, Rasul shalallahu alaihi wasallam bersabda ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุฌูุนูู„ูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ู„ููŠูุคู’ุชูŽู…ู‘ูŽ ุจูู‡ูุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุจูŽู‘ุฑูŽ ููŽูƒูŽุจู‘ูุฑููˆู’ุงุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุตูุชููˆู’ุง โ€œSesungguhnya dijadikannya imam itu adalah untuk diikuti. Apabila ia bertakbir maka takbirlah dan jika ia membaca ayat Al-Qurโ€™an maka diamlah.โ€ HR. Ibnu Abi Syaibah. Lihat Muhammad Ali al-Shabuni, Rawaโ€™i al-Bayan Tafsir Ayat al-Ahkam min Al-Qurโ€™an, Damaskus Maktabah al-Ghazali, Juz 1980, hal. 55-59. Wallahu Aโ€™lam. Husnul Haq, Dosen IAIN Tulungagung dan Pengurus LDNU Jombang Pertanyaan Surat Al-Fatihah adalah sudah menjadi kebiasaan dan diamalkan disni. Dan banyak perdebatan seputarnya di antara umat Islam. Saya ingin mengetahui apakah sesuai syariat dalam Islam atau tidak hal itu dengan merujuk ke banyak ayat Quran, hadits dan penjelasannya. Teks Jawaban Alhamdulillah. Surat Al-Fatihah adalah surat terbaik dalam Qurโ€™an Majid. Bahkan ia termasuk yang terbaik dari apa yang Allah taโ€™ala turunkan kepada para Rasul. Diriwayatkan oleh Bukhori, 4474 dari Abu Said bin Muโ€™alla radhiallahu anhu sesungguhnya Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda kepadanya ู„ูŽุฃูุนูŽู„ู‘ูู…ูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ุณููˆุฑูŽุฉู‹ ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุนู’ุธูŽู…ู ุงู„ุณู‘ููˆูŽุฑู ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ..... ุซู… ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ู‡ููŠูŽ ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนู ุงู„ู’ู…ูŽุซูŽุงู†ููŠ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃููˆุชููŠุชูู‡ู โ€œSungguh saya akan ajarkan kepada anda surat ia termasuk surat yang paling agung dalam Qurโ€™an. Kemudian bersabda Alhamdulillahi Rabbil Alamin ia termasuk tujuh ayat yang diulang-ulang dan Al-Qurโ€™an Agung yang diberikan kepadaku.โ€ Diriwatkan Tirmizi 2857 dari Ubay bin Kaโ€™b radhiallahu anhu dari Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู…ูŽุง ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽุชู’ ูููŠ ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุฑูŽุงุฉู ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุฌููŠู„ู ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฒู‘ูŽุจููˆุฑู ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุงู„ู’ููุฑู’ู‚ูŽุงู†ู ู…ูุซู’ู„ูู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุจู’ุนูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ู…ูŽุซูŽุงู†ููŠ ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู…ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูุนู’ุทููŠุชูู‡ู ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ "ุตุญูŠุญ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ โ€œDemi jiwaku yang ada di Tangan-Nya tidak ada yang diturunkan dalam Taurat, Injil, Zabur tidak juga dalam Al-Furqan sepertinya. Sesunggunnya ia tujuh ayat yang diulang-ulang dan Qurโ€™an Agung yang diberikannya.โ€ Dinyatakan shahih oleh Albany dalam Shahih Tirmizi. Tidak ada dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam juga dari para shahabatnya bahwa mereka membaacakan Al-Fatihah ketika akad nikah, ketika takziyah atau ketika terjadi transaksi jual beli. Jika ini suatu kebaikan, mereka pasti lebih mendahului kita. Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, โ€œMenurut Ahlus Sunnah wal Jamaah mereka mengatakan bahwa semua perbuatan dan perkataan yang tidak ada ketetapan dari para shahabat termasuk bidโ€™ah. Karena Jika itu kebaikan, mereka pasti mendahului kita. Karena mereka tidak meninggalkan salah satu perangai kebaikan kecuali mereka bersegera melaksanakannya.โ€ Tafsir Ibnu Katsir, 7/278-279. Jika bacaan Al-Fatihah dalam momen agama, pasti mereka lebih mendahului kita karena mereka adalah orang yang lebih dahulu dalam semua kebaikan. Orang yang paling mengetahui setiap keutamaan. Mereka adalah para shahabat Nabi sallallahu alaihi wa sallam. Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum bacaan Al-Fatihah ketika akad pernikahan sampai sebagian menamakan itu bacaan Al-Fatihah lagi bukan akad, seraya mengatakan, โ€œSaya bacakan Fatihahku kepada Fulanah. Apakah hal ini disyareatkan? Maka beliau menjawab, โ€œIni tidak disyariatkan. Bahkan ini termasuk bidโ€™ah. Bacaan Al-Fatihah dan surat tertentu lainnya tidak dibacakan kecuali di tempat yang telah disyareatkan agama. Kalaau ia dibacakan di tempat selain yang disyareatkan sebagai bentuk ibadah, maka itu termasuk bidโ€™ah. Sungguh kami telah melihat kebanyak orang membacakan Al-Fatihah pada banyak kesempatan sampai kami mendengarkan orang mengatakan, โ€œBacakan Al-Fatihah kepada mayit. Kepada ini dan itu. Ini semua termasuk bidโ€™ah yang mungkar. Al-Fatihah dan surat lainnya tidak dibaca dalam setiap kondisi dan setiap tempat serta setiap waktu kecuali hal itu disyareatkan sesuai Kitabullah atau Sunah Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam. Kalau tidak, maka ia termasuk bidโ€™ah mungkar, pelakunya perlu diingkari.โ€ Selesai Fatawa Nurun Alad Darbi, 10/95. Beliau juga mengatakan, โ€œBacaan Al-Fatihah ketika takziyah juga termasuk bidโ€™ah. Dahulu Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam tidak pernah bertakziyah dengan bacaan Al-Fatihah tidak juga surat lain dalam Al-Qurโ€™an.โ€ Selesai Majmu Fatawa Wa Rasail Ibnu Utsaimin, 13/1283. Syekh Sholeh Al-Fauzan, โ€œBidโ€™ah yang baru terjadi pada sisi ibadah pada zaman ini banyak. Karena asal ibadah itu tauqifi paten tidak disyareatkan sesuatu kecuali dengan adanya dalil. Selagi tidak ada dalil maka ia termasuk bidโ€™ah. Berdasarkan sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam ู…ู† ุนู…ู„ ุนู…ู„ู‹ุง ู„ูŠุณ ุนู„ูŠู‡ ุฃู…ุฑู†ุง ูู‡ูˆ ุฑุฏ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠุŒ ุฑู‚ู… 2697 ูˆู…ุณู„ู…ุŒ ุฑู‚ู… 1718 โ€œSiapa yang beramal suatu amalan tidak ada perintah dari kami, maka ia tertolak.โ€ HR. Bukhori, no. 2697 dan Muslim, no. 1718. Ibadah yang dilakukan sekarang yang tidak ada dalilnya banyak sekali. Di antaranya mengeraskan niat dalam shalat, zikir berjamaโ€™ah setelah shalat, meminta bacaan Al-Fatihah dalam momen dan setelah doa juga untuk mayitโ€ฆ selesai Bidโ€™ah Anwaโ€™uha Wa Ahkamuha /Bidโ€™ah macam dan hukumnya. Dari kumpulan karangn Al-Fauzan, 14/15. Seyogyanya seorang muslim menjaga agar senantiasa mengikuti Nabi sallallahu alaihi wa sallam dan para shahabatnya serta menjauhi bidโ€™ah mengamalan sabda Nabi sallallahu alaihi wa sallam ููŽุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูุณูู†ู‘ูŽุชููŠ ูˆูŽุณูู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠู‘ููŠู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุงุดูุฏููŠู†ูŽ ุชูŽู…ูŽุณู‘ูŽูƒููˆุง ุจูู‡ูŽุง ูˆูŽุนูŽุถู‘ููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุจูุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงุฌูุฐู ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽู…ูุญู’ุฏูŽุซูŽุงุชู ุงู„ู’ุฃูู…ููˆุฑู...ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏุŒ ุฑู‚ู… 4607ุŒ ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุดูŠุฎ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ ุตุญูŠุญ ุฃุจูŠ ุฏุงูˆุฏ โ€œHendaknya kalian semua berpegang dengan sunahku dan sunah khulafaur rosyidin mahdiyyin, dan gigitlah kuat dengan gigi geraham. Dan jauhilah suatu yang baru dalam urusan agama.โ€ HR. Abu Daud, no. 4607 dinyatakan shahih Syekh Albany di Shahih Abi Dawud Wallahu aโ€™lam .

hukum bacaan surat al fatihah